Dr. Tan Tech Zinc
Entri blog oleh Dr. Tan Tek Seng

REFLEKSI HARIAN
24 Dis 2025
"Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri yang gelap gulita, ke atas mereka telah bersinar terang."
Yesaya 9:2
Dalam malam yang paling gelap dan dalam, kegembiraan yang tenang namun kuat memenuhi dunia—kelahiran seorang Penyelamat. Inilah malam apabila Tuhan melangkah ke dalam kehancuran manusia dan menyalakan cahaya harapan untuk setiap hati yang letih.
Yesus dilahirkan di Betlehem bukan di kalangan orang yang berkuasa atau istimewa, tetapi di kalangan orang miskin dan yang diabaikan. Dibaringkan di dalam palungan, diumumkan oleh para malaikat, disambut oleh para gembala, Dia datang sebagai penggenapan janji Tuhan. Di dalam Dia, malam yang panjang mulai berakhir. Dia adalah Terang sejati, bersinar dengan kerendahan hati, rahmat, dan kebenaran.
Cahaya ini bukan sekadar membimbing langkah kita; ia menunjukkan kepada kita siapa Tuhan. Ia mendedahkan kedekatan-Nya ketika kita merasa keseorangan, belas kasihan-Nya ketika kita terluka, dan kasih-Nya ketika kita merasa tidak layak. Seperti yang diisytiharkan oleh Yesaya, kegelapan tidak diperdebatkan—ia dihalau pergi. Di mana Kristus bersinar, ketakutan memberi jalan kepada harapan, rasa bersalah kepada pengampunan, dan kematian kepada kehidupan.
Kelahiran Yesus menandakan titik perubahan sejarah. Syurga telah dekat, Tuhan telah memasuki kesakitan kita, dan bayang-bayang telah ditembusi oleh cahaya ilahi.
Malam ini, kita bersukacita kerana Terang telah menyingsing. Dalam setiap pergelutan, setiap lembah, dan setiap jiwa yang letih, Kristus hadir. Kita tidak dibiarkan berjalan dalam kegelapan sendirian. Anak yang lahir di Betlehem adalah Terang dunia, dan kehadiran-Nya meyakinkan kita bahawa kegelapan tidak akan pernah memiliki kata putus.
Yesaya 9:2 mengingatkan kita tentang hati Tuhan: Dia bertemu kegelapan dengan cahaya dan keputusasaan dengan harapan. Oleh itu, kita merayakannya dengan sukacita—kerana Penyelamat telah datang, Cahaya bersinar, dan malam telah berganti dengan fajar yang abadi.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" - Yohanes 3:16